Tumbuhkan Kesadaran Bekerja Bersama untuk Ibukota Jakarta #UbahJakarta

           
Tumbuhkan Kesadaran Bekerja Bersama untuk Ibukota Jakarta 
#UbahJakarta




              Ibukota Jakarta, suatu tempat yang tidak asing lagi di telingga masyarakat Indonesia. Mengapa demikian? Berbeda dengan kota di daerah yang mungkin belum dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Betapa tidak, Ibukota Jakarta yang merupakan tempat dimana berkumpulnya sebagian besar para pengadu nasib yang berasal dari berbagai penjuru di Indonesia. Dari Sabang sampai Marauke dapat ditemukan di Ibukota Jakarta,dari berbagai suku,agama,dan ras yang berbeda-beda. Tidak Heran
berbagai masalah pun muncul,mulai dari masalah kecil hingga besar. Masalah tersebut tidak mungkin dibiarkan saja,terutama masalah kemacetan yang makin hari makin parah dan sulit untuk dikendalikan. Berbagai solusi ditawarkan oleh para pemimpin di Ibukota Jakarta untuk mengatasi kemacetan ini,salah satu nya yang sedang berjalan yaitu pembangunan MRT (MASS RAPID TRANSIT) yaitu sistem transportasi transit cepat.



             Proyek yang dimulai pada 10 Oktober 2013 yang di tandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dengan pendanaan berasal dari pemerintah pusat,pemerintah provinsi DKI Jakarta, dan dana pinjaman Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) diharapkan dapat membantu masalah kemacetan yang ada di DKI Jakarta. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dari berbagai pihak bukan saja pemerintah,tapi yang terpenting dari masyarakatnya sendiri sebagai pelaku utama penyebab kemacetan. Dengan adanya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan pribadi.




           Sosialisasi dapat dimulai dari berbagai instansi seperti sekolah,kantor-kantor pemerintah,dan perusahaan baik swasta maupun BUMN. Dalam sosialisasi diperlukan peran penting dari pemerintah lagi,karena apabila pemerintah hanya memberikan fasilitas MRT saja tanpa membertimbangkan hal disekitarnya,maka masyarakat akan tetap menggunakan kendaraan pribadinya,terutama kalangan menengah ke atas. Adapun yang dimaksud dengan memperhatikan hal disekitarnyya yaitu seperti larangan di instansi pemerintah untuk membawa kendaraan pribadi di hari-hari tertentu,larangan ke sekolah membawa kendaraan pribadi, meningkatkan biaya operational bagi kendaraan pribadi, dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan.


           Proyek yang direncanakan dapat selesai pada tahun 2018 ini,diharapkan dapat memperbaiki wajah ibukota yang sesak akan polusi,agar dapat tertata rapi dan menjadi ibukota yang baik untuk dikunjung dan nyaman. Pemerintah telah bekerja keras untuk masalah kemacetan, namun akan sia-sia apabila pelaku utama (Masyarakat) tidak menjalankan program pemerintah tersebut. Saya sebagai mahasiswa yang kemana-mana menggunakan transportasi umum merasa sangat terbantu dengan adanya KRL,Angkot, dan lainya karena kita akan nyaman tanpa harus memikirkan kendaraan yang lainnya sehingga angka kecelakaan sendiri dapat berkurang dan dampaknya pun kembali ke kita sendiri,jadi kepada masyarakat khususnya ibukota Jakarta marilah kita beralih ke trasportasi umum agar terciptanya Jakarta yang aman,nyaman,dan indah.


           Segala sesuatu itu akan terwujud apabila ada niat namun,apabila tidak ada kesadaran dari diri sendiri maka apa yang kita ingin wujudkan tidak akan terwujud juga. Layaknya Ibukota Jakarta yang kita ingin menjadi sebuah ibukota yang nyaman (tanpa macet) akan terwujud jika kita memiliki kesadaran untuk ibukota yang lebih baik. Semoga dengan adanya MRT ini dapat mewujudkan mimpi warga Jakarta untuk menjadikan Jakarta yang nyaman tanpa adanya kemacetan.




 #BekerjaBersama
#UbahJakarta
#MRTJAKARTA
 


           

Komentar